Selasa, 12 Juni 2012

Menghindari Kesulitan, Kesalahan, dan Kegagalan dalam Berkomunikasi dengan Wanita


Sebelum saya memberikan sebuah pengetahuan besar ini pada anda,  saya ingin mengatakan sebuah kalimat ,
“Sesuatu yang tidak pada saatnya itu tidak baik”.
Saya ingin anda ulangi kalimat tersebut dan mengingatnya sampai anda selesai membaca seluruh isi dari tulisan ini.
“Sesuatu yang tidak pada saatnya itu tidak baik”
Sudah di ingat ? Mari kita mulai!
Sering kali kita mengalami kesulitan, kesalahan, dan kegagalan saat berkomunikasi dengan wanita bahkan diantaranya hingga berujung penolakan.
Saya masih ingat kisah 5 tahun yang lalu pada saat saya masih duduk di bangku SMA, bagaimana rasanya mengalami “penolakan cinta” oleh seorang wanita yang saya dambakan.
Ya! Pedih.. pilu.. galau.. Dan rasa sakit itu tidak bisa dicari obatnya di apotek-apotek terdekat.
Sekarang, saya menyadari bahwa penolakan pada saat itu adalah sebuah Kegagalan akibatKesalahansaya yang Kesulitan dalam berkomunikasi dengan wanita untuk membuatnya jatuh cinta. 
Simple-nya, saya menyadari bahwa dulu saya menyatakan cinta, tidak pada saat yang tepat! Pada saat dia belum jatuh cinta, bahkan dekat saja belum. Tentu ditolak!
Sekali lagi,
“Sesuatu yang tidak pada saatnya itu tidak baik”
Tentunya anda tidak ingin merasakan ke-galau-an yang saya alami dulu, bukan?
Anda tentu tidak ingin terus menerus mengalami kesulitan, kesalahan, dan kegagalan saat berkomunikasi dengan wanita.
Dan disini, saya akan membantu anda untuk menghindari kesulitan, kesalahan, dan kegagalan tersebut.
Bagaimana caranya?
Santai.. Tenangkan diri anda sejenak. Tarik nafas dan hembuskan perlahan. Bila perlu, ambil segelas air putih dan minum. Sudah rileks? Mari kita lanjutkan!
Sekarang saya akan memperkenalkan kepada anda tentang “Level Komunikasi dengan Wanita”.
Saya akan membagi komunikasi itu kedalam 3 level  yaitu STRANGER, FRIENDLY, dan SPECIAL.
Level 1 (STRANGER)
Pada level ini hubungan anda dengan wanita adalah sebagai orang asing atau orang baru yang belum terikat suatu apapun. Adapun anda mengenal seorang wanita atau wanita mengenal anda dalam waktu yang cukup lama, namun selama itu tidak ada ikatan atau hubungan apapun. Sebatas tau sama tau.
Komunikasi yang dilakukan tentunya hanya komunikasi umum/formal , seperti :
Saling bertanya nama, tempat tinggal, sekolah, kuliah, pekerjaan dan hal-hal umum lainnya.
Level 2 (FRIENDLY)
Pada level ini hubungan anda dengan wanita adalah sebagai teman atau sahabattidak lebih.
Komunikasi yang terjalin di level ini biasanya sudah memasuki hal personal, seperti :
Saling bercanda gurau, saling bercerita tentang keseharian, tentang permasalahan, tentang keluarga, saling bertanya tentang kesukaan atau hal favorit, dan hal-hal personal lainnya.
Level 3 (SPECIAL)
Tentu saja di level ini hubungan anda dan wanita adalah sebagai orang special atau istimewaentah itu “gebetan yang siap untuk di tembak”, Teman Tapi Mesra, Pacar, hingga Suami-Istri.
Komunikasi yang terjalin pun akan lebih bersifat istimewa, ekslusif, bahkan intim, seperti :
Lebih banyak membicarakan tentang perasaan cinta, kepedulian, perhatian, saling memuji dan mengagumi, saling terbuka, atau berbicara tentang hal-hal romantis.
Lalu apa untungnya anda mengetahui Level Komunikasi ini?
Membuat anda lebih tampan? Atau membuat tubuh anda lebih seksi?
Jangan sekonyol itu!
Sudah tentu untuk mengurangi serta menghindari Kesulitan, Kesalahan, dan Kegagalan anda saat berkomunikasi dengan wanita. Sehingga tidak lagi berujung kesakitan yang membuat anda“galau”.
Masih bingung? Mari saya jelaskan lebih lanjut!
Kebanyakan pria berkomunikasi dengan wanita tidak pada level yang tepat. Dengan kata lain komunikasi itu dilakukan tidak pada saat yang tepat.
Ada 2 kesalahan  yang terjadi disini, yaitu :
1. Terlalu terburu-buru
2. Terlalu menunda-nunda

1. Terlalu terburu-buru
Seperti contoh cerita “suram” saya di awal, saya dan wanita belum terlalu kenal, tidak saling akrab, bahkan nama belakang wanita itu pun saya belum tau. Yang saya tau hanyalah dia cantik, dan dia adik kelas saya. Saya dan wanita tersebut masih berada di level 1 (stranger), tapi saya langsung melakukan komunikasi level 3 (special) dengan menyatakan cinta kepada wanita itu.
Dan .. Penolakan pun tak terhindarkan lagi.
Sama halnya misalkan saja anda sedang berkenalan dengan wanita dan anda berkata :
“Nama aku Burhan, nama kamu siapa?”
“Oh Wina.. Win, mau ga nikah sama aku?”
Contoh lain, anda baru saja berkenalan ( masih berada di level 1) lalu anda melakukan komunikasi di level 2.
“Nama aku Burhan, nama kamu siapa?”
“Oh wina.. makanan favorit kamu apa win?”
“Eh win, kakek aku lagi sakit, mau ga kamu temenin aku nengok kakek?”
Apa respon yang akan diberikan wanita? Anda tentu sudah bisa menduganya.
“Apaan sih, Geje banget!”
Ya, mungkin anda tidak se-konyol dan se-nekad itu. Hanya saja banyak pria yang melakukan hal yang serupa dengan contoh di atas, dan mungkin anda termasuk salah satunya.
Terburu-buru dan tidak menyadari dimana level anda dan wanita berada.
Kasus lain, anda dan wanita masih berada di level 2 (friendly), namun anda tergesa-gesa melakukan komunikasi level 3 (special) dengan menyatakan cinta pada wanita tersebut. Apa respon yang akan wanita berikan? “Kita temenan dulu aja ya”
Ingat!
“Sesuatu yang tidak pada saatnya itu tidak baik”.
“Tapi ada juga orang yang baru kenal dan langsung akrab, saling bercanda, bahkan hingga jadian dalam waktu singkat”
Ya! Memang , ini bukan soal sebarapa singkat atau lama anda mengenal wanita tapi seberapa singkat atau lama anda menaikan Level Komunikasi tersebut (Level Up).
Bisa saja anda baru berkenalan dan ngobrol biasa, lalu 1 menit kemudian anda sudah mulai bercanda dengan menggodanya. Dan ternyata wanita itu pun menggoda anda balik, lalu 3 menit kemudian anda berdua sudah merasa dekat dan sangat dekat  sampai timbul chemistery diantara anda berdua. Tentu tidak akan jadi masalah lagi jika dalam 5 menit setelah perkenalan itu anda dan wanita asik membicarakan tentang perasaan dan seketika itu juga anda berdua jadian!
Namun, saya hanya mengingatkan anda bahwa
“sesuatu yang dimulai sebelum waktunya, mungkin akan berakhir sebelum waktunya juga”.
2. Terlalu menunda-nunda
Mungkin ada sebagian pria yang melakukan kesalahan ini, terlalu menunda-nunda.
Pada saat wanita sudah menginginkan anda dan dirinya untuk memasuki Level Special, anda masih melakukan komunikasi di Level Friendly karena ketidakpekaan anda.
Anda tidak pernah menunjukan kepedulian, perhatian, atau perasaan cinta.
Mungkin awalnya wanita akan sangat tertarik karena anda begitu menantang, namun jika anda tetap saja tidak peka, lama kelamaan wanita akan bosan, jenuh, hingga jengkel dan wanita akan mulai menjauhi anda.
Nah, saat ini tentunya anda sudah sangat paham, jika komunikasi yang tidak pada saatnya akan menjadi sumber kesulitan, kasalahan, dan kegagalan anda. Dan sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara meningkatkan Level Komunikasi tersebut?
Bagaiman cara Level Up dari Level 1 ke Level 2 sampai ke Level 3?
Saya akan memberikan caranya melalui sebuah contoh pengalaman komunikasi saya dengan wanita dari Level 1 hingga mencapai Level 3, namun seperti kalimat yang dari tadi saya ingatkan :
“Sesuatu yang tidak pada saatnya itu tidak baik”
Rasanya saya sudah cukup lelah menulis dan saya rasa anda pun sudah cukup lelah membaca. Sepertinya, akan lebih baik jika saya memberikannya di lain kesempatan

MEMFUNGSIKAN KEPALA...!!!


Dalam sebuah pagi yang sunyi, seekor jangkrik berkata:
“ketidakpedulianmu itu yang membuat kamu tak bisa melihat kami yang kecil..kau mengabaikan suara nyaring kami, mana tahu kau siapa jantan - siapa betina? Jangan anggap sepele, karna kami pula lah yang membuat malam mu menjadi merdu”

Aku pun tersentak, jangkrik yang bersuara kita kembali menelusuri ilalang.
-IA

Kadang kita tak tahu apa fungsi anatomi kepala. Kadang kita lupa, tepatnya, bukan tak tahu. Karna sebagian dari kita ini sudah tahu banyak hal, namun melupakanya begitu saja.

Kawan,kau ingat tentang jamaah sunrise?
Ketika itu di pos dua dalam perjalanan menuju puncak merbabu. aku bertemu salah satu dari mereka. Aku ajak dia dekat tendaku yang pintunnya robek ditusuk teman waktu badai datang. Kami berdua menikmati teh hangat, pada saat matahari tenggelam. Ingat mereka tak menolak matahari tenggelam. Kita berdua melihat segerombolan monyet di atas pohon. Ada satu yang besar, diam di pohon yang batangnya agak putih dan daunya jarang. Monyet itu diam tanpa gerak. Melihat awan yang berwarna oren kala itu. oren atau orange? Aku pernah ditegur dosen karna menuliskan kata “oren” untuk mendefinisikan warna kuning yang bertemu merah, tapi bunyi dan kata di indonesia memang selalu di permasalahkan. Apakah kau tahu nama anak calon arang yang sebenarnya? Manggali atau manjali?sudah lah, kenapa kita membahas kata-kata yang seharusnya merdeka?

Monyet itu, yang diam di atas pohon berbatang hampir putih dan jarang daun sepetinya menikmati fungsi mata. ia menikmati tatanan warna yang tepat di langit.  Tuhan maha Designer, tahukah kau sifat Tuhan yang satu itu? Aku berpikir sejenak tentang fungsi mata seorang kera. Apakah keindahan dimatanya sama? apakah keindahan visual tersebut mampu ia kirimkan ke otak untuk direfleksikan menjadi laku bersyukur? Kita tak tahu kera, dan parahnya kita anggap kera ini sebagai saudara tua kita. Maaf, salah, saudara tua sipil adalah militer. Itu kata tetangga saya yang kerja di kodim. Seraya menepuk bahuku, biasanya ia memberi nasihat seperti “jadilah penerus negara yang baik” dan aku akan jawab “nggih om”.

Monyet. Sebagian dari kita percaya bahwa monyet memiliki kecerdasan yang mendekati kecerdasan yang sama dengan manusia. (saranku untuk monyet, tetaplah menjadi monyet, jangan kau dekati kecerdasan manusia. Manusia itu lebih rakus dari pada kalian wahai para monyet, tak usah kau meniru kami, akan repot jika kau mengikuti kecerdasan kami dengan rupa yang masih berekor dan berbulu. Manusia kebanyakan ini melihat segalanya dari fisik, hanya manusia yang masih memiliki sisi kemonyetan yang tak mempedulikan fisik..hahaha). jika monyet itu memang bisa menggunakan otaknya seoptimal manusia (ini sudut pandang manusia) apakah ia mampu menggunakan inderanya?

Suatu saat ada monyet sedang berdiri di pohon. Dibawahnya ada satu desa yang sedang dibantai oleh kekuasaan tiran. Apakah monyet akan menangis? Sepertinya tidak, karna ia tidak mengerti. lalu ada seorang manusia, yang tertawa melihat monyet di ikat dengan rantai kecil, lalu dipaksa menarik gerobak. Sesekali dicambuk. Dan tendang bertalu-talu mengiringi adegan monyet membawa gerobak. Biasanya monyet ini dipanggil sarimin. Lalu apakah manusia akan menangis? Tidak, karna manusia tidak mengerti. malah manusia memberi uang seribu kepada pencambuk monyet itu. disinilah letak “optimalisasi indera berperan”.

Mari kembali pada sore dan teh hangat yang sedang kami nikmati. Biarlah monyet menjadi apa maunya. Sore ini, orang disampingku, yang mengaku sebagai jamaah sunrise mulai membuka pertanyaan, dan seperti biasa, kretek lah yang membawa kami pada percakapan
“tahukah kau betapa sangat diperhitungkanya jumlah struktur dalam tubuh kita?”

Aku melongo, masih belum menangkap apa yang ia katakan

“contohnya apa yang ada dikepala. Sungguh. Kau harus memanfaatkannya sesuai bilangan. Yang ganjil tak perlu kau bagi kepada orang lain, jika kau bagi sesuatu yang ganjil harus hati-hati. Dan yang genap harus kau gunakan. Harus kau bagi sama rata dan jangan berat sebelah. Pahamkah kau maksudku?”

“ganjil dan genap? Pada hal apa? Gelap, aku tak tahu maksudmu” saat itu aku tak begitu peduli.

“mata, telinga, lubang hidung kita ada dalam bilangan genap. Sedangkan mulut hanya dalam bilangan ganjil. Tuhan tak sembarangan”

Ia melanjutkan

“kita memiliki dua mata, itu genap, maka gunakanlah mata kita sebaik-baiknya. Tekankan penglihatan kita agar optimal, lihat apa yang tak terlihat tapi pantas. Telinga kita, ada dua, itu genap. Maka dengarkanlah setiap keluh kesah yang lemah. Bantulah sebisamu. Percuma jika kau mendegar atau melihat tapi tak bergerak. Percuma guna dua tangan dan dua kakimu. Lalu hidung. Itu dua, dan itu genap. Hidunhmu itu, tak hanya berguna untuk mencium bau-bauan yang kasat. Tuhan itu puitis. Maka ciumlah penderitaan mereka yang membutuhkan, dan bantulah”

Takjub. Ia melanjutkan kuliah dadakan sore itu

“ dan mulut. Ganjil, satu. Hal yang ganjil, terutama satu itu sangat ampuh, tapi berbahaya. Kau bisa lihat kenapa pedang berbentuk lurus macam angka satu, karnanya pedang tak berbentuk angka delapan. Bicaralah seperlumu”

Aku memikirkan hal yang aneh tentang jaman sekarang
“lalu bagaimana dengan fungsi jari-jari. Kita sekarang mewakilkan telinga, mata, lidah dan hitung dengan fungsi jari-jari. Apakah kita bisa sesuka hati dengan jari?”

Saat ini giliran dia yang diam mendengar pertanyaanku waktu itu. aku memperjelas pertanyaanku

“kita sekarang mengenal internet, facebook, twiter dan lain sebagainya. Dan kita mengaksesnya menggunkana jemari kita. Kadang lewat tuts-tuts yang keras atau lembut. Kadang hanya dengan sentuhan touchscreen

Ia seruput tehnya, dan berkata

“tak kau pikirkah betapa hebatnya Tuhan? Ia sudah memikir tentang facebook dan hal-hal lain yang kau gunakan itu! jemari, yang pada kasus formal berjumlah sepulu (jari tangan). Itu genap. Tapi ia membawa sepuluh angka ganjil. Betapa harus hati-hatinya kita dengan sepuluh pisau kecil di ujung lengan tangan? Dengan angka sepluh kita harus ekstra hati-hati, karna kita menyangkut sebelum sampai pada sepuluh, kita memiliki lima angka ganjil. Dan hanya empat angka genap. Dibawah sepuluh terdapat 1-3-5-7-9 melawan 2-4-6-8. Dan sepuluh menyempurnakan yang genap, agar kita menyikapi yang ganjil seimbang. Betap rumitnya? Tidak. Kalian hanya perlu berimajinasi. Dan yakin bahwa setiap fungsi tubuh ini sudah digariskan, sebenarnya kamu, kalian para manusia, tak perlu repot memikirkan formasi jumlah jari, tapi apakah kalian bisa terima begitu saja jika diperintahkan untuk “hati-hati memakai seluruh tubuhmu”. Kita ini perlu berdialog agar apa yang dilempar mau kita tanam kuat”

Jancuk! Dia bisa menjawabnya juga. Aku Cuma geleng-geleng. Kera diatas pohon yang nyaris putuh dan berdaun jarang itupun Cuma garuk-garuk pantat. Lalu meloncat kepohon lain, dan pergi entah ke mana, masa bodoh.


Batapa jarangnya mata kita ini digunakan, jangankan telinga atau hidung. Kita terlalu asik memakai mulut kita. Atau jari-jari kita.

Apakah kau, kawan, pernah mendengar cerita tentang anak kecil yang menyusu mayat ibunya yang mati kelaparan di daerah timur indonesia? Apakah kau pernah mencium bau bangkai, pesta mayat, di istana negara? Kita telalu asik menggunakan mulut dan jemari kita.

Sebentar, sepertinya aku juga seperti manusia-manusia korban hantu kotak itu. memang aku mendengar, aku melihat, bahkan aku mencium hal-hal ganjil. tapi aku juga terlena dengan mulut dan jari-jariku. Apakah aku sudah bergerak? Apakah aku sudah mengoptimalkan fungsi tangan-kaki, dan dompet? Hahaha sepertinya aku hanya bertugas mengganggu pikiran kalian...

Setidaknya aku tak seperti korban uya kuya
jika lihat api kalian akan tidur”

Aku masih membuka mata kawan, walaupun belum bergerak dari depan ranjang monitor yang empuk...tapi aku tak tidur ketika melihat api..
-IA-

Senin, 11 Juni 2012

KOKOLOGY, Suatu Permainan DARI JEPANG

Ini adalah suatu permainan untuk mengetahui sifat serta karakter anda yang telah sangat terkenal diJepang KOKOLOGY.

1.Burung berwarna Biru...

Suatu hari ada seekor burung tiba-tiba masuk kerumah anda dan
terperangkap didalamnya, andapun berniat untuk memeliharanya, namun ada suatu keanehan yang terjadi pada burung tersebut. pada hari pertama warna burung tersebut berubah dari biru menjadi kuning, hari kedua berubah lagi dari kuning menjadi merah terang, hari ketiga berubah lagi menjadi hitam. dan coba pikirkan akan berubah menjadi warna apakah burung tersebut di hari berikutnya, coba pilih salah satu.....

1. Tetap Hitam.
2. kembali menjadi warna biru.
3. menjadi warna putih.
4. menjadi warna emas.

2. Dibawah langit biru

Bayangkan anda ada disebuah dataran dengan langit yang begitu biru,
dan sekali lagi bayangkan sebuah tempat dimana anda merasa nyaman dan tentram, Pilih salah satu dari 4 tempat dibawah ini...

1. dataran yang dipenuhi salju putih.
2. lautan biru.
3. gunung yang hijau.
4. padang yang dipenuhi bungan bewarna kuning.









Mohon jangan diliat dulu Kunci Jawaban dibawah ini sebelum  memilih Jawaban ...
.
.
.
.
.
.
.

.
.
.
.
.
.


Mohon jangan diliat dulu Kunci Jawaban dibawah ini sebelum agan memilih Jawaban ...

Jawaban For Burung berwarna BIRU


1. Burung tetap bewarna Hitam.: :

Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang memilik pandangan
yang pesimis.
Apakah anda cenderung percaya bahwa sekali situasi menjadi buruk,
maka tidak akan kembali normal? mungkin anda harus mencoba berpikir,
''jika situasi sudah sangat buruk, maka tidak akan berubah menjadi lebih buruk lagi. ingatlah tidak ada hujan yang tak berhenti. dan tidak ada malam yang terus gelap dimana tidak ada fajar".

2. Burung berubah kembali menjadi biru..:

Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang Optimis. anda
percaya bahwa hidup adalah campuran dari baik dan buruk. tidakada
gunanya melawan kenyataan. anda menerima kemalangan dengan tenang dan membiarkan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan jalur tanpa stres dan kuatir. harapan ini membuat anda menjalani gelombang kemalangan tanpa terhanyut didalamnya.

3. Burung berubah menjadi Putih.:
Mereka yang mengatakan bahwa burung akan berubah warna menjadi putih
adalah orang tenang dan tegas dibawah tekanan.
anda tidak perlu menghabiskan waktu hanya untuk resah dan tidak
mengambil keputusan ketika krisis timbul. jika situasi memburuk, anda merasa lebih baik membuang kekalahan dan mencari cara baru mencapai sasaran daripada berhenti dalam kesedihan yang tak perlu. pendekatan proaktif ini berarti segala sesuatu secara alami berjalan dengan lancar.

4. Burung berubah menjadi warna Emas.:
Meraka yang berkata burung akan berubah menjadi warna emas,adalah seseorang yang tidakmemiliki rasa takut. anda tidakmengenal tekanan. bagi anda, setiap krisis adalah sebuah kesempatan. anda dapat
dibandingkan dengan Napoleon, yang berkata "...Mustahil : Kata itu
bukan bahasa perancis." tapi berhati-hatilah untuk tidak membiarkan kepercayaan diri yang tidak terbatas mengalahkan anda.
ada batas yang tipis antara tidak memiliki rasa takut dan membabi buta.





Jawaban For Langit berwarna BIRU
 

1. Dataran yang dipenuhi salju Putih.:
anda diberkati oleh sensitivitas khusus yang membuat anda mengerti dengan pandangan sekilas dan menguraikan masalah yang rumit tanpa membutuhkan bukti atau penjelasan. anda memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan bahkan menjadi seorang Visioner.
percayailah selalu intuisi anda yang pertama, mereka akan menuntun
anda dengan baik.

2. Lautan Biru:
anda memiliki bakat alami untuk hubungan antar pribadi.
orang-orang menghormati kemampuan anda berkomunikasi dengan orang
lain dan cara anda membantu bermacam-macam kelompok bersama-sama. hanya dengan berada disana, anda membantu orang lain bekerja dengan lebih lancar dan efisien, membuat anda menjadi seorang anggota yang sangat berharga dalam suatu proyek atau tim. Ketika anda berkata " bagus. teruskan kerja anda yang baik," orang-orang tahu anda mengatakan yang sebenarnya. jadi kata-kata itu sangat berarti bagi mereka yang mendengarkannya.

3. Gunung Yang Hijau.:

Bakat anda adalah berkomunikasi yang ekspresif. anda selalu dapat menemukan kata-kata untuk mengekspresikan apa yang dirasakan.
orang-orang segera menyadari itu juga sama persis dengan yang mereka
rasakan. mereka berkata bahwa berbagi kebahagiaan semakin menjadi
berlipat ganda, sementara berbagi duka membuat kita semakin terpisah. anda nampak selalu dapat menolong orang lain dan menemukan sisi yang benar dalam komunikasi.

4. padang yang penuh dengan bunga berwarna Kuning.:

Anda adalah sumber pengetahuan dan kreativitas, penuh dengan
gagasan dan potensi yang hampir tak terbatas. tetaplah menyesuaikan diri terhadap perasaan orang lain dan jangan pernah berhenti membangun mimpi. tidak ada apapun yang tidak bisa anda capai.

Sebuah Awal Belum Tentu Membuka

aku haus. akan menulis dan menumpahkan yang ada diotak. yang berkecamuk dan bergumul sehari-hari. kadang jika dipendam cuma jadi sakit kepala. aku lapar untuk mengetik apa yang ditulis dalam jurnal harian. bukan-sama sekali bukan untuk menebar ide dan membagi ilmu. lalu dianggap menggurui-atau menjelma menjadi "mereka" yang haus akan sorak sorai atau puja-puji. aku hanya mencoba tulus. dan inilah hasrat ku. nafsuku tertumpah pada setiap pikiran yang kutuangkan. dimanapun.

sebuah awal belum tentu membuka. dan ia bukanlah sebuah bentuk kecil dari pembenaran-pembenaran. sebuah awal terkadang hanya sebuah emosi murni. mungkin amarah. atau mungkin hanya nafsu binal untuk menulis.
aku besar di sekitar lingkungan yang sangat teracuni oleh televisi. oleh apa yang ada pada paduan-paduan buku "bagaimana menjadi orang sukses" atau buku"cara mudah menjadi kaya" atau sebuah buku saku yang bernama "undang-undang dasar negara 1945".

ingat . aku menulis dengan emosi dan rasa "sak karepku". maka jangan harap akan ada kapitalisasi yang benar. aku terlalu malas untuk itu.
=====
apa yang kalian kejar dalam hidup? jika kalian bilang sukses. maka kalian adalah buku. jika kalian menjawab kaya, anda adalah kalkulator. jika anda menjawab populer, yang ini yang paling aku benci, anda adalah televisi. jika anda menjawab bahagia, anda adalah ketiga dari benda-benda yang aku sebutkan.

lalu harus menjadi apa kita? apa tujuan manusia?

itu adalah sebuah misteri yang tak akan pernah terjawab sampai kalian mati dan mungkin bercumbu dengan para malaikat zabaniah. atau mungkin saat kalian bertatap dengan malaikat malik.

aku tak terlalu memikirkan tujuan. mungkin karna tak mampu menjadi religius - aku menjadi masa bodoh dengan surga dan neraka. aku percaya aku sedang ada di dalam keduanya. saat ini. tapi untuk tempat sehabis mati nanti. biar Tuhan yang memberi kebijakan. aku percaya kepdanya. aku percaya Tuhan dengan "T" besar. dan tuhan dengan "t" kecil mungkin sedang aku caci maki setiap hari.

tujuan manusia adalah menjadi manusia seutuhnya.

dengan ini - bukan proklamasi - aku berharap selalu berproses menjadi manusia. ada seorang tokoh yang mengatakan "jadilah manusia dengan cara yang manusiawi. jadilah manusia dengan perspektif manusia. jangan mencoba menjadi melaikat atau iblis. kamu akan lunglai dengan kekuatanya. jadilah manusia - karena manusia adalah akulturasi dari dua makhluk tersebut. manusia menggenapi yang hitam dan putih. manusia yang menjadi lingkaran sempurna".
siapakah tokoh tersbut?kalian akan temui jawabanya nanti. ketika aku terlalu berbaik hati menyebut tokoh yang secara langsung memberiku kata-kata dengan susunan kalimat aneh. kalimat yang dipaksa puitis dan membingungkan fakta. tapi apalah guna fakta hari ini?
aku selalu bingung dengan apa yang Tuhan inginkan. jika ada kesempatan untuk bertatap langsung dengnNya, aku akan berkata, "Tuhan, you rock!". semoga aku bisa menelusuri setiap misteri yang Ia tawarkan. Tuhan itu Maha Rocker. lalu biarkanlah aku menari, melompat naik turun dengan beringas seperti pogo dance dalam menelusuri misteri ini. kadang aku terhantam oleh penari lain. kadang aku menendang penari lain. sengaja atau tidak inilah realitas yang Tuhan tawarkan untuk kita telusuri. menarilah sesukamu. tak masalah jika mereka hidup tanpa batas. tapi ingatlah bahwa apa yang tanpa batas itu sebenarnya terbatas.

pada suatu hari yang ganjil aku bertemu dengan seorang bapak tua berbau samapah. ia mengaku bahwa ia musafir. ia memberi petuah "nak mengalirlah seperti sungai yang tak berhenti menuju samudra luas - jangan melawan arus. ikuti kekuatanmu" . mungkin akan aku ceritakan dengan detail tentang pertemuanku dengan bapak berbau sampah yang mengaku musafir itu - tapi nanti. bapak itu pergi dengan membawa uang seribu yang kumal. dan aku diam dengan membawa sebuah petuah tak ternilai. sedikit agak hancur. manusia kadang terlalu cepat menilai hal-hal fisik. seseorang terlalu cepat memberi bandrol harga.

aku temenung. dengan petuah yang sudah biasa aku dengar. tapi kali ini rasanya lain ketika yang mengucapnya orang yang berbau sampah dan kau beri uang seribu lalu ia menangis mengucap syukur. egoku runtuh. dan semoga hari demi hari apa yang hewani dalam bada ini rontok habis tanpa sisa.

mengalirlah. ya dengan mengalir kita akan dapatkan hal-hal baru. tapi jika melawan arus, kita hanya akan mendapat satu arus yang pasti. arus yang kita nyaman berdiri dengannya. arus yang terlalu enggan melihat realitas yang terlalu luas dan penuh misteri. ada sebuah tempat yang nyaman. yang menyebabkan manusia melawan arus. manusia terlalu nyaman dengan tempat itu. lalu ia mengacuhkan apa yang ditawarkan arus. manusia mencoba radikal dan ia sebenarnya subversif pada dirinya sendiri. ikutilah arus -bacalah sekitarmu. lalu kau tak hanya mendapat satu tempat yang nyaman. kamu akan menyinggahi berbagai macam tempat. ya..nafsu akan mendapat kenyaman dari berbagai tempat membuat aku menjadi seorang yang berjalan dan lebih suka termenung diam menikmati opini-opini diri yang sarat emosi. kalian tak tahu aku menertawakan kalian. tapi aku tahu kalian menertawakna aku. haha sungguh aku adalah manusia dengan emosi yang binal..tapi ah, masa bodoh.

semoga Tuhan dengan "T" besar memberi aku kesempatan untuk bermain cinta dengan keyboard yang menyubilmkan apa yang ada di udara dan apa yang dilembaran-lembaran kertas berserakan. semoga besok pagi "subuh tetap membunyikan intro dari dua puluh empat jam yang berjalan". Hell yeah..hahaha

-IA-

Apa Kabar Puisi?

apa kabar puisi?
apa kabar dua tiga kata yang tak membosankan jika dibaca berulang?


hari-hariku di rampas penolakan demi penolakan. imajinasiku dibungkus kain hitam. entah berapa orang lagi yang memberikan aku ceramah moral. mereka menggunjingku dari belakang, dan mengatakan "anak itu tak bermoral, lihat badan nya, lusuh dan urakkan!". atau akhir-akhiri ini aku ditampar oleh kenyataan yang sering mereka ucapkan "lihat anak itu, agamanya itu kok jalan hidupnya kayak gitu! apa pantas orang beragama seperti itu?!". atau yang lain, atau yang lain. yang semuanya adalah prasangka. dan aku ucapkan terimakasih yang besar karna aku yakin, prasangka juga merupakan bentuk cinta, walaupun dalam rupa yang berbeda. terimakasih.




apa kabar puisi?
apa kabar dua tiga kata yang tak membosankan jika dibaca berulang?


hari ini aku katakan kepada mu. aku bukan imam untuk dirimu, apalagi untuk mereka. betapa tak beraninya aku menyandang status layak menjadi imam. aku tak mau seperti orang-orang yang memaksa.banyak orang yang tak pantas memimpin tapi tetep mekso mimpin, banyak orang yang tak pantas ngimam tapi mekso ngimam. dan apa yang pantas dalam tubuhku sehingga kalian bisa menerimaku? apa yang pantas dari tubuhku, dari badan luarku sehingga sistem harus repot-repot menerimaku? aku tak pantas untuk sistem kalian, aku tak pantas hadir dalam moral yang kalian kibas-kibaskan setiap hari. biarlah. biarlah...biarlah Tuhan saja yang menerimaku, biarkan Tuhan saja yang mengasihi aku, melihatku, menyayangiku dalam murkaNya dan menciumku dengan siksaNya. kupasrahkan tiap jiwaku untuk keputusanNya.




apa kabar puisi?
apa kabar dua tiga kata yang tak membosankan jika dibaca berulang?


aku bukanlah mahasiswa. kaum intelektual. budayawan. apalagi dermawan. aku bukan pemimpinmu. aku adalah pemimpin atas diriku. aku bukan gurumu, aku adalah guru atas diriku. maka berilah aku sedikit ruang dalam hatimu, walaupun dalam bentuk kebencian. agar aku bisa membelaimu setiap saat, agar aku bisa mengabdikan diriku walau dalam bentuk paling remeh temeh untukmu. aku tak bisa memeberi tahumu segala sesuatu, karna akupun tak tahu segala sesuatu. biarlah kugantungan pengetahuan dan penjelasan-penjelasan oleh segala sesuatu kepada Nya. Yang Maha Tahu atas tiap-tiap keadaan di tujuh lapisan langit, tujuh lapisan bumi dan semua keadaanya. biarlah aku bercinta dengan kebodohanku, kesesatanku, jangan kau ikuti aku dari belakang, carilah jalanmu sendiri, agar kamu tak berpelukan denganku saat di neraka nanti. surga dan nereka ku sudah kupasrahkan penuh kepadaNya Yang Maha Berwenang. Tuhan dari pencipta sanghyang wenang. kepadaNya aku gantungkan segala sesuatu.




apa kabar puisi?
apa kabar dua tiga kata yang tak membosankan jika dibaca berulang?


hari-hariku disita, dan dicuri. entah oleh siapa. entah nuri, entah rutinitas, atau mungkin tersedot habis oleh tabung televisi. aku menemui puncak putus asa dimana kebenaran yang aku kira sejati luluh lantak. porak poranda dan badai kegalauan benar salah menyerangku. hujan lebatnya menyibakan debu-debu tebal. dan di ujung sana, dijalan yang memang harus aku lalui meski harus memutar seribu gunung, menampakan cahaya. ia berasal dari nurani. ia terpantul oleh besarnya cahaya para kekasihNya.


apa kabar puisi?
apa kabar dua tiga kata yang tak membosankan jika dibaca berulang?


kalian aggap aku pesakitan. atau preman, atau maling, atau gali kecil, atau seniman gadungan, atau apapun itu. kalian tenggelamkan aku dalam budaya pop kosakata. kalian golong-golongkan aku, kalian kotak-kotakan aku. dan kalian mencuri hakNya, yang sampai matipun sebenarnya kalian sedang ditertawakan oleh malaikatNya karna sedang melucu. kalian pikir kuasaNya ada ditangan kalian, bukankah tiada hak untuk kalian untuk mengkotak-kotakan aku, kami dan mereka? bukankah tiada hak untukmu untuk mengatur balasan akhirat, surga-neraka, dan apa-apa yang akan menimpaku? aku dan kamu tidak mengetahui segala sesuatu, dan untuk apa aku mengganutngkan keputusan-keputusanku kepada keputusanmu? kepada penggolanganmu? hanya Dia yang meliki hak atas segalanya, atas segala kebenaran dan pengetahuan. lalu biarlah aku berteriak didepanNya, biarlah aku berlari dengan luka dikaki untuk menemuiNya, biarlah..biarlah aku pasrahkan diriku pada api murkaNya. murka, siksa, dan cobaan-cobaanya adalah cinta dalam bentuk yang diluar kepala kita. kasih sayangnya tak terjangkau oleh alam pikiran kita...


apa kabar puisi?
apa kabar dua tiga kata yang tak membosankan jika dibaca berulang?


aku menggantungkan segala sesuatu bukan kepadamu, bukan kepada kaum-kaum inteletual atau religius yang mengkotak-kotakanku, menggollong-golongkanku.
aku menggantungkan segala sesuatu kepada Ia yang memiliki pagi, matahari terbit dan kabut tipis di pelataran merapi-merbabu. aku menggantungkan segala sesuatu kepada Ia yang memiliki ombak laut selatan, dan semua yang ada di bumi ini...




apa kabar puisi?
apa kabar dua tiga kata yang tak membosankan jika dibaca berulang?


aku menantimu wahai Sang Maha Pujangga Agung. aku menanti prosa-prosaMu, agar plastik hitam yang menyingkap segala sesuatu di sampingku hilang diterkam kasih sayangMu.


-IA-

Selasa, 08 Mei 2012

♥ Aku Mencintaimu, Suamiku ♥ (True Story)


♥ Aku Mencintaimu, Suamiku ♥


Cerita ini adalah kisah nyata... Dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

***
Cinta itu butuh kesabaran...
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita...

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia...

Pernikahan kami sederhana namun meriah...

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci...

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku... sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku...

Ia menganggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku...
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka...

Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Kamis, 10 November 2011

Grafologi, Membaca Karakter dan Keperibadian Seseorang


Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Teknik untuk mengetahui kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya dikenal dengan istilah Grafologi.
Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622. Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.
Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu. Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:
  • Arah kemiringan huruf
    • Ke kanan = ekspresif, emosional
    • Tegak = menahan diri, emosi sedang
    • Ke kiri = menutup diri
    • Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
    • Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya
  • Bentuk umum huruf-huruf
    • Bulat atau melingkar = alami, easygoing
    • Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
    • Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
    • Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar
  • Huruf-huruf bersambung atau tidak
    • Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
    • Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
    • Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama
  • Spasi antar kata
    • Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
    • Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak
  • Jarak vertikal antar baris tulisan
    • Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
    • Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
    • Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik
  • Interpretasi huruf ‘t’
    • Letak palang (-) pada kail ‘t’
      • Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
      • Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
      • Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin
    • Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
    • Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
      • Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
      • Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
      • Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan
  • Arah tulisan pada kertas
    • Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
    • Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
    • Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri
  • Tekanan saat menulis
    • Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya
  • Ukuran huruf
    • Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.
  • Sedikit tentang huruf “O”
    • Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
    • Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.

Source : Grafologi